laba besar dari panen jabon

Just another Blogdetik.com weblog

jasa foto dan jasa pembuatan logo

jasa foto dan jasa pembuatan logo : hai, apakabar assalamulaikum dan salam sejahtera bagi para sahabat,kini di semarang sudah hadir   jasa foto dan jasa pembuatan logo. jasa foto ini melingkupi foto pribadi,pre wedding ataupun foto pernikahan ,dan berbagai acara kantor maupun pribadi.jangan takut karena kualitas kami sangat bersaing dan jasa foto dan video semarang ini terpercaya.

sahabat,bagi anda yang ingin memanfaatkan jasa,bisa menghubungi langsung bro

ANJAR LUJENG

DENGAN ALAMAT JL PATI UNUS VI PANDEAN LAMPER KEC GAYAMSARI SEMARANG ,HP 085740427766 . PIN BB 21447DD6 .FB.ANDJAR PUTU SUHUDI

Kami sudah terbiasa mengerjakan foto pre wedding,pernikahan,profil perusahaan , dan kami menyediakan jasa fotografi dan videografi bagi acara anda. Segera kontak kami untuk pelayanan dan pekerjaan terbaik jasa fotografi semarang

berhati hati memilih investasi perkebunan jabon

jabon Tulisan kami sengaja kami buat diatas karena berdasarkan keprihatinan kami karena
Akhir akhir ini banyak orang maupun perusahaan yang menjual bibit jabon ataupun menawarkan investasi jabon.dari berbagai penawaran yang datang tersebut tidak sedikit yang menjanjikan keuntungan ( return of invesment ) yang sangat banyak.bahkan sampai ada suatu perusahaan yang menjanjikan keuntungan sampailebih dari  1 MILIAR (RP 1.0000.0000.000) per hektar tanaman jabon .ditambah lagi ada perusahaan yang menjanjikan pengembalian modal 100 persen bila tidak berhasil padahal hal tersebut sangat tidak masuk akal,ditambah lagi mereka sendiri sama belum  pernah panen kayu jabon.
Sedangkan  yang dinamakan investasi adalah suatu usaha yang memerlukan analisis mendalam terhadap kelayakan usaha dalam hasil dan pengembalian modal secara baik,suatu prinsip yang tidak menggunakan hal tersebut diatas disebut spekulasi.


\"\\"\\"\"
pengolahan kayu jabon sebagai bahan baku kayu lapis di PT SSS

Bagi orang yang awam yang belum pernah terjun ke dunia bisnis agroforestery hal itu sangat menarik dan menyeruak sisi keserakahan manusia .padahal  menurut pengalaman kami yang pernah panen kayu jabon, hal tersebut sangat tidak realistis dan cenderung sangat dibesar besarkan. Menurut pengalaman panen kami yang pernah panen kayu jabon maupun sengon dari satu hektar  jumlah 1000 pohon/ha dalam 6 tahun dibagi menjadi 5 kelompok kayu sebagai berikut :

1.kelompok yang mati/kerdil  dan dibawah 15 cm diameter  adalah 15 persen, jumlah         150 pohon
2.kelompok pertumbuhan diameter 20 cm,tinggi 10 m  =   30 persen ,jumlah  300 Pohon.
3.kelompok pertumbuhan diameter 20-30 cm, t 14 m    =   20 persen,jumlah  200 Pohon.
4.kelompok pertumbuhan   30-40 cm,t 16 m     =       20 persen , jumlah 150 Pohon
5. kelompok pertumbuhan 40cm up ,t 18 m       =      15 persen   , jumlah 200 pohon
Bila dirata rata dengan harga borongan (dibeli pohon berdiri ) saat ini :
1. Pohon diameter 15 cm , t  9 m dinilai rp 50rb akan menghasilkan 150 x 50rb = 6,25 juta
2. Pohon diameter 20 cm , t 10 m,dinilai rp 100rb akan menghasilkan  300×100rb = 30 jt.
3. Pohon diameter  20-30 cm t 14 m ,dinilai rp 170rb  akan mengasilkan  200×170rb = 34 jt
4. Pohon diameter 30-40 ,t 16 m,dinilai 350 rb akan menghasilkan  200x 350rb= 70 jt
5. Pohon diameter 40 cm up,t 18 m,dinilai 750 rb akan menghasilkan  150 x 750rb = 112,5 jt
rasio ini didapat berdasar sampel acak dari berbagai kebun,yang mana dengan berbagai kesuburan dan perlakuan berbeda.
lalau bagaimana kalau per ha misalnya ditanam 2×2 menjadi 2500 pohon per ha? apakah hasilnya akan 2 kalai lipat dari 1000 pohon per hektar ?? justru hasilnya tanaman akan banyak tanaman  yang berdiameter dibawah  20 cm alias akan menghasilkan hasil yang sama juga.
Jadi jumlah total  sekitar  rp 252,5 juta per ha dalam 6 tahun adalah hasil realistis hasil panen kayu jabon berdasar perhitungan kami yang pernah panen.

Dengan variabel harga kayu akan naik 20 persen dalam 6 tahun maka hasil ‘’masuk akal ‘’ dalam investasi jabon adalalah 200-350 juta per ha. kalaupun bisa sampai 500 juta atau bahkan 1 milyar itu namanya adalah keajaiban.

Saran adalah  saya alangkah baik dan bijaksananya bagi investor untuk lebih bijak dalam berinvestasi dalam dunia perkebunan,dan memilih guru guru maupun partner terbaik dalam budidaya kayu jabon dan senantiasa belajar agar mencapai hasil yang baik,soal hasil juga harus berdoa dan berserah diri kepada Tuhan YME      -       jabon

CARA BUDIDAYA POHON JABON AGAR CEPAT BESAR

POHON JABON SIAP PANEN

POHON JABON SIAP PANEN

akan kami jelaskan bagaimana tanaman jabon ditanam dan  jarak tanam pada tanaman pohon jabon pada umumnya  adalah sebagai berikut :
Pola Hutan Rakyat tumbuhan  bibit jabon Umumnya menggunakan jarak tanam 2 x 2,5 m. namun hasil pertumbuhan dan perkembangan diameternya tidak begitu cepat dan maksimal, cara ini biasanya digunakan untuk kayu sengon maupun pohonkayu  sengon masyarakat dengan sendirinya membiarkan tumbuh liar dengan sendirinya ibarat hutan. Read the rest of this entry »

beli log kayu jabon

beli log kayu jabon

beli log kayu jabon

Dari berbagai penelitian dan penemuan yang dilakukan oleh para ahli tersebut dapat ditarik sebuah kesimpulan terhadap pohon Jabon. Salah satunya adalah bahwa jenis tanaman ini, memiliki daya tahan yang kuat dalam pertumbuhannya. Selain itu, pohon Jabon mampu tumbuh di segala kondisi yang memiliki aneka ragam karakter, sehingga tidak memerlukan banyak adaptasi dalam pengembangannya.

Dalam proses pembibitannya pun, bisa dilakukan dengan mudah sebab pohon Jabon tergolong sebagai tanaman yang mudah menyebar secara alami. Sehingga, selain bisa dikembangkan dengan cara buatan tanaman ini sangat mungkin untuk tumbuh secara alamiah di lahan pertanian.

Pohon Jabon pun bisa dikembangkan termasuk pada jenis lahan yang memiliki tingkat kekritisan tinggi karena berbagai faktor. Baik itu faktor alami, maupun kerusakan yang disebabkan oleh manusia. Hal ini diperkuat dengan penelitian yang dilakukan oleh Chong (1965), Anthoeephalus chinensis dikatakan sebagai tanaman yang datang untuk mengatasi “ketidak produktifan” hutan rawa di kawasan Durian- Medang.
oleh karena itu, bagi Anda yang ingin membudidayakan tanaman Jabon sebagai media investasi, kiranya tidak perlu takut akan kondisi lahan yang dihadapi. Sebab, para pakar tanaman hutan sudah memberikan bukti serta fakta tentang kemampuan pohon Jabon untuk bisa dikembangkan dalam berbagai kondisi lahan. Termasuk di antaranya lahan yang sudah rusak sekali pun.

Panen jabon

SEGARNYA LABA DARI PANEN KAYU JABON

proses pemanenan kayu jabon
jabon Tujuh Juta rupiah dari empat pohon jabon
Wajah bapak  Kaseri,Warga Desa Sumber Mujur ,Kecamatan Ampelgading,Kabupaten Lumajang ini nampak berbinar binar saat menerima uang  hasil dari penjualan 4 batang  pohon jabon di kebun miliknya  yang berusia sekitar tujuh  tahun dan berdiameter rata-rata  50 cm sebesar dengan jumlah  7 juta rupiah yang dibeli secara borongan ,beliau  hanya mengeluarkan biaya tebang sekitar 300 ribu rupiah. Uang hasil penjualan pohon jabon tersebut rencananya akan digunakan sebagai biaya masuk anaknya ke SMU.


Sebelumnya banyak  tengkulak yang datang berulangkali untuk menawar kayu jabon milik Kaseri,mulai dari  3 juta rupiah sampai dengan harga 6 juta rupiah, tapi dia  belum tergerak untuk menjualnya  karena pada waktu itu dia belum memiliki kebutuhan mendesak. ” Toh walaupun tidak dijual pada saat musim panen ,kayu jabon tidak akan menjadi busuk atau basi ,bahkan semakin lama akan semakin besar dan harganya makin meningkat, tidak seperti tanaman  palawija ,kelapa sawit maupun tanaman buah,yang sejelek apapun harga pada saat musim,mau tidak mau harus dijual karena bila waktunya panen tidak dipetik akan membusuk  disamping itu menanam kayu bisa ditinggal untuk pekerjaan lain ,asal buat makan sehari hari kita sudah cukup,maka tengkulak tidak bisa mempermainkan harga “.demikian ungkap Kaseri.

selengkapnya baca di jabon-kendal.co.cc

kayu jabon

Kilas Sejarah Budidaya Jabon (bagian pertama)
Pohon jabon usia 7 tahun,penanaman di Hutan Sibulga negara Malaysia foto diambil tahun 1961

Tanaman Jabon selama ini kerap dianggap sebagai tanaman lokal yang hanya ada di Indonesia. Hal ini khususnya diyakini oleh mereka yang kurang memahami sejarah tentang tanaman secara luas atau juga memiliki kepentingan tersendiri atas perkembangan tanaman Jabon ini. Pada dasarnya, pernyataan ini salah. Mengingat sebelum dikenal di wilayah Indonesia, Jabon sudah banyak dikenal oleh masyarakat Negara lain terutama di kawasan Asia Tenggara sejak tahun awal abad ke 20

Tanaman ini memiliki nama ilmiah Anthocephalus Chinensis / a.cadamba. Budidaya tanaman ini berkembang bukan hanya di kawasan Asia, bahkan sudah menjadi jenis tanaman yang direkomendasikan untuk dibudidayakan di kawasan Afrika Barat. Rekomendasi ini didapatkan setelah dilakukan beberapa percobaan yang dilakukan di daerah Puertorico serta beberapa kawasan lain di benua Amerika.

Dari penelitian yang dilakukan Helinga (1950) diketahui bahwa antara tahun 1936-1940, banyak perkebunan Jabon yang didirikan di Jawa, Indonesia Timur serta Kalimantan dan sebagian wilayah Sumatera selatan dan Palembang. Selain itu, di kawasan Tigers Estate, Tawau sabah pernah ditemukan perkebunan milik Jepang sebelum Perang Dunia ke II. Dan di Filiphina, tanaman Jabon kerap disebut sebagai “pohon permata” seperti yang disebutkan Monsalud dan Lopez (1976).

Bukti-bukti ilmiah tersebut menunjukkan bahwa pohon Jabon bukanlah sebuah jenis spesies tanaman yang baru baru ini dibudidayakan. Mengingat, tanaman ini sudah dibudidayakan .sejak lama. Hanya saja memang kurang dikenal oleh masyarakat, karena pembudidayaannya yang kurang popular, lain dengan jenis tanaman lain seperti sengon.

Di setiap Negara, penyebutan Jabon atau Anthocephalus Chinensis tidaklah sama. Di Malaya, sudah umum diketahui sebagai Kelempayan (Corner, 1940), di Filipina - Bangkal Kaatoan (Lee, 1966); sebagai Kadamba di India (Troup, 1921); Selimpoh di Sarawak, Bangkal di Brunei (Browne, 1955); Kelampajang di Indonesia (Ohtani et al, 1962.). Tanaman ini berciri kecil, bijinya ringan, cepat berkolonisasi di hutan serta muda ditanam di pembibitan.

Di Negara India, tanaman ini sudah cukup banyak digunakan untuk berbagai kebutuhan manusia. Hal ini karena struktur pohon ini yang cukup ringan serta susunan seratnya yang sesuai untuk berbagai kegiatan industri material. Sehingga apabila ada yang beranggapan bahwa tanaman Jabon adalah sebuah jenis spesies baru yang belum terbukti kualitasnya, kiranya hal tersebut perlu dipertanyakan ulang. Dan jika kita mau berkaca pada fakta dan data yang ada, tentunya hal tersebut menjadi sebuah jawaban atas keraguan banyak orang mengenai tanaman Jabon. Dan bagi yang sudah memiliki keyakinan akan tanaman tersebut, kiranya adanya fakta sejarah ini menjadi sebuah penambah keyakinan bahwa pilihan menanam Jabon bukanlah sebuah kesalahan. Serta menjadi sebuah pilihan tepat untuk berinvestasi. Karena bagaimana pun sang pelopor jelas lebih baik daripada sang pengekor.
(bersambung)

(sumber dan Foto J.E.D FOX : antocephalus chinensis the Laran tree of sabah )

Hello world!

Selamat Datang Blogdetik.com. Ini merupakan postingan pertama Anda. Silahkan Edit atau hapus postingan ini, dan mulai ngeblog!